Wednesday, May 07, 2008

How Crazy Are You?














Crazy People.


Directed by Tony Bill
Produced by Thomas Brand, Robert K. Weiss
Written by Mitch Markowitz
Starring: Dudley Moore, Daryl Hannah, Paul Reiser,
Cinematography Victor J. Kemper
Editing by Mia Goldman
Distributed by Paramount Pictures
Release date(s) April 13, 1990 (USA)
Running time 91 min.



Semalam di HBO secara gak sengaja akhirnya saya sempat juga menonton film seru ini. Saya sudah pernah dengan tentang film ini dalam obrolan di milis dan rekomendasi teman-teman. Seperti juga film ‘What woman wants?”, film ini juga saya suka karena alasan yang sama yaitu karena bersetting tentang dunia periklanan.


Singkat kata, film ini bercerita tentang Emory Leeson (Dudley Moore), seorang copywriter yang karena hidupnya kacau balau mempengaruhi ide dan karyanya di kantor. Mendadak ide-idenya jadi gak karuan dan gila. Idenya gamblang, apa adanya dan keluar dari pakem-pakem iklan yang ada. Misalnya naskah iklan untuk Volvo; “Volvo: They're boxy, but they're good.” Atau iklan wisata untuk Greece, “Forget France. Come to Greece - we're nicer.” Pokoknya ide dan copynya sangat jujur bahkan sarkastik. Rekan dan bossnya tentu saja tak setuju dengan idenya. Ia lalu dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menenangkan diri.


Ternyata karena salah sangka, ide-ide gila si Emory tadi dicetak di media massa. Dan secara tak terduga ternyata khalayak suka. Khalayak merespon positif ide-ide dan pesan iklan tersebut. Klien happy, boss biro iklan itu happy dan Emory pun diminta pulang dari rumah sakit jiiwa itu. Ternyata si Emory yang tidak happy karena ia mulai senang dengan kehidupan bersama teman-temannya yang gokil.


Sebagai jalan tengah akhirnya di rumah sakit jiwa itu Emory dan teman-teman gokilnya bekerja bersama sebagai tim kreatif biro iklan tempat Emory bekerja. Mereka brainstorming bersama untuk ide-ide beragam merek yang mereka tangani. Tanpa mereka sadar, ide-ide gila dari orang-orang gila tersebut ternyata ‘gokil abis’ alias di luar pakem, tapi gamblang dan sangat jujur. Dan ternyata ide mereka disenangi oleh khalayak pembaca media di Amerika. Iklan-iklan karya mereka diantaranya; iklan tentang New York “Come to New York, there were fewer murders than last year.”, iklan untuk Porche ” Porche, it's a little too small to get laid in... but you get laid the minute you get out.”


Di ujung fim diceritakan kalau Emory dan teman-teman gokilnya akhirnya memutuskan untuk membuat biro iklan sendiri dan menangani merek seperti Sony. Dan bagaimana mereka membuat iide untuk Sony? Bagaimana ide gila mereka mencoba mengangkat kehebatan merek yang dibuat di Jepang yang orangnya pendek-pendek? Ide mereka adalah seperti ini “karena orang Jepang pendek maka mereka bisa membuat barang elektronik dengan ketelitian lebih dibanding pabrik-pabrik elekronik buatan bangsa bule yang tinggi-tinggi.” Karena pendek, perhatian pada detil jadi lebih presisi. Headline Sony yang mereka ciptakan berbunyi, “Sony. Because caucasians are just too damn tall.” Gokil. Namanya juga orang gila yah heheheheh.


Yang menarik dari film ini adalah bagaimana ide-ide yang gila, yang menurut ukuran orang iklan (yang ngakunya paling tahu iklan dan beriklan) sangat tidak masuk akal, aneh, dan terlalu apa adanya ternyata sangat diterima oleh khalayak. Orang iklan umumnya sepakat dengan David Ogilvy yang bilang kalau target kita (khalayak) bukanlah orang-orang bodoh. Tapi pada prakteknya orang iklan sering memperlakukan targetnya sebagai orang bodoh; dianggap gak intelek, dianggap gak bisa diajak bercanda yang cerdas, dinilai sederhana jadi cukup disuguhi ide-ide yang standar, datar dan tidak menarik.


Agar menarik, iklan memang perlu ide-ide gila. Kalau perlu, seperti yang diilhami film ini, iklan dikerjakan oleh orang-orang gila. Lho gak apa-apa juga tokh? Khan orang-orang iklan juga sudah cukup gila dengan pikirannya bahwa ide-ide iklan mereka mampu mempengaruhi benak orang. Mampu membuat orang membeli ini dan itu. Tokh khalayak juga suka bersikap gila dengan merespon ‘berlebihan’ ide-ide yang menurut ukuran orang iklan adalah biasa aja atau bahkan norak.


Film ini menarik untuk yang suka humor, atau apalagi buat orang iklan. Meski tempo filmnya sama dengan film terkenal Dudley Moore sebelumnya “Arthur”. Lamban, banyak dialog, khas film era lapan-puluhan banget.


Film ini punya pesan sisipan yang sangat jelas buat orang iklan kayak saya; “how crazy are you today?”

5 comments:

Anonymous said...

Good post.

Dats said...

Hahaha... kalo soal kenapa orang iklan hanya memberikan ide-ide standar... mungkin... SEKALI LAGI mungkin (mengikuti teks iklan "probably the best beer in the world") karena pemikiran klien yg kadang-kadang seperti katak yang tidak mau dibawa keluar dari tempurungnya. Mau tidak mau ya uang bicara... akhirnya munculah ide-ide standar atau malah dibawah standar... Capeee deeee... :)

Anonymous said...

Awesome informasi, banyak terima kasih kepada penulis artikel. Ini bisa dimengerti bagi saya sekarang, efektivitas dan pentingnya adalah pikiran-boggling. Terima kasih sekali lagi dan semoga berhasil!

Anonymous said...

Mon lecteur vidéo dans joomla ne pas lire les vidéos dans firefox si la dernière version du lecteur Flash n'est pas installé. J'aimerais l'avoir comme un joueur professionnel de montrer une boîte de dialogue disant: «Voulez-vous installer flash player 10" ou comment il dit quand vous allez à un site web professionnel afin que les utilisateurs n'ont pas à rechercher et télécharger flash player manuellement .... . Est-ce que quelqu'un sait comment faire cela?.

Anonymous said...

Я думаю, сколько Вы не правы. Я уверен. Давайте обсудим это. Пишите мне в PM, поговорим. [url=http://tutledy.ru/muzhchina-skorpion/55-kak-zavoyevat-muzhchinu-skorpiona.html]как завоевать мужчину скорпиона[/url]